Cyberleek: Siapa Pembocor Gameplay GTA 6, dan Kenapa Take-Two Menuntut ke Pengadilan?

Diperbarui
Sumber
14 media internasional
Estimasi baca
14 menit

Sejak 18 Agustus 2026, dunia gim dikejutkan oleh rangkaian bocoran gameplay Grand Theft Auto VI yang dirilis bertahap oleh sosok anonim bernama Cyberleek. Dalam hitungan hari, lebih dari sembilan klip video menyebar luas di X, Reddit, dan berbagai platform berbagi konten, memperlihatkan detail dunia game yang sebelumnya hanya bisa diterka-terka oleh penggemar dari cuplikan trailer resmi. Bocoran ini menjadi salah satu insiden kebocoran gim paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dan memaksa Take-Two Interactive, induk perusahaan Rockstar Games, mengambil langkah hukum di pengadilan federal Amerika Serikat. Artikel ini merangkum siapa Cyberleek, apa saja yang bocor, dan bagaimana proses hukum yang sedang berjalan, berdasarkan liputan sejumlah media teknologi dan gim internasional.

Siapa Cyberleek?

Cyberleek adalah nama samaran yang dipakai oleh sosok atau kelompok anonim yang mengklaim bertanggung jawab atas bocoran gameplay GTA 6. Sampai artikel ini diperbarui, identitas asli di balik nama tersebut belum berhasil dikonfirmasi, baik oleh media maupun oleh Take-Two Interactive sendiri. Berdasarkan laporan yang dikutip sejumlah media gim, perusahaan bahkan belum memiliki petunjuk konkret mengenai siapa yang berada di balik persona ini atau bagaimana mereka bisa mendapatkan akses ke build internal Rockstar.

Yang membedakan Cyberleek dari kebocoran gim pada umumnya adalah kombinasi antara konten bocoran, kampanye mata uang kripto, dan manifesto yang secara terbuka mengkritik praktik industri gim. Nama Cyberleek sendiri baru dikenal publik setelah gelombang unggahan dimulai pertengahan Agustus 2026, dan sejak itu dipakai secara konsisten di berbagai platform, termasuk sebuah situs independen yang menampung koleksi bocoran mereka dan sistem voting komunitas.

Kronologi bocoran GTA 6 oleh Cyberleek

Rangkaian bocoran dimulai pada 18 Agustus 2026, hanya beberapa hari sebelum Rockstar dijadwalkan menggelar tayangan gameplay resmi bertajuk "Extended Look" secara eksklusif di Netflix pada 27 Agustus. Klip pertama yang beredar menampilkan karakter Jason, salah satu protagonis GTA 6, bermain basket — adegan sederhana yang langsung memicu perhatian besar karena tampak berasal dari build yang berfungsi penuh.

Dalam hari-hari berikutnya, klip baru muncul hampir setiap hari, masing-masing membawa detail baru: dari cuplikan berkendara berkecepatan tinggi dan interaksi dengan sistem lalu lintas, hingga adegan di sebuah pom bensin tempat karakter Jason dihadapkan pada pilihan mengisi bahan bakar seharga sekitar 32 dolar AS atau memperbaiki mobil yang rusak seharga lebih dari 2.400 dolar AS — detail kecil yang menunjukkan tingkat simulasi ekonomi dalam game.

Pada hari keenam sejak bocoran pertama, Cyberleek merilis klip kesembilan meski Take-Two sudah menempuh jalur hukum. Bahkan setelah pengadilan mengabulkan permohonan subpoena Take-Two, Cyberleek tetap merilis klip tambahan, salah satunya diberi watermark bernada menyindir para pengkritik kemampuan bermainnya sendiri. Situs milik Cyberleek juga sempat tidak bisa diakses selama beberapa waktu, memicu spekulasi di kalangan penggemar bahwa pelaku telah ditangkap — spekulasi yang kemudian tidak terbukti setelah klip baru kembali muncul tidak lama setelahnya.

Bukan hanya soal jumlah klip, kualitas dan variasi kontennya juga terus berkembang dari hari ke hari. Klip-klip awal cenderung singkat dan berfokus pada satu mekanik saja, seperti adegan bermain basket atau berkendara santai di jalan tol. Namun klip-klip berikutnya menjadi lebih panjang dan lebih "berani" — memperlihatkan baku tembak, interaksi dengan aparat kepolisian, hingga adegan yang secara eksplisit dirancang untuk memancing reaksi publik. Pola eskalasi ini membuat sejumlah pengamat menilai Cyberleek tampak memahami betul cara kerja algoritma media sosial dan siklus pemberitaan, alih-alih sekadar membocorkan apa pun yang kebetulan mereka miliki.

Apa saja yang bocor?

Peta Leonida dan dunia game

Salah satu bocoran paling signifikan adalah kemunculan peta wilayah fiksi Leonida secara utuh, tempat GTA 6 berlangsung. Selama bertahun-tahun, penggemar hanya bisa merekonstruksi peta ini dari potongan trailer resmi Rockstar. Bocoran Cyberleek memberikan gambaran yang jauh lebih lengkap, meski sejumlah media mengingatkan bahwa build yang bocor kemungkinan berasal dari versi pengembangan yang sudah agak lawas — diperkirakan dari petunjuk musik latar yang muncul di beberapa klip — sehingga detail akhir bisa saja berubah sebelum peluncuran resmi.

Sistem wanted level dan mekanik gameplay

Beberapa klip memperlihatkan sistem tingkat buronan (wanted level) yang bisa mencapai enam bintang — satu tingkat lebih tinggi dibanding GTA 5 — serta mekanik yang mengingatkan pada sistem honor ala Red Dead Redemption 2, misalnya opsi menyapa atau mengejek NPC di jalan, alih-alih sekadar "komentar acak" seperti pada game sebelumnya. Klip lain menunjukkan adanya meteran stamina baru yang terkuras saat karakter bergulat fisik, termasuk ketika mencoba merampas kendaraan dari pengemudi yang kini digambarkan melawan balik alih-alih pasrah begitu saja seperti di game-game GTA terdahulu.

Detail teknis lain yang terekam meliputi sistem kamera lalu lintas yang bisa mengenali kendaraan curian dan langsung menaikkan status buronan pemain, serta indikator semacam pelacak kendaraan bergaya "Lojack" yang bisa memanggil polisi ke lokasi mobil curian meski pemain belum memiliki bintang buronan sama sekali. Pada satu klip malam hari, karakter Jason juga terlihat memakai senjata setrum dengan mekanik bidik yang tampak selalu aktif di layar, sebuah kemungkinan perubahan pada sistem tembak-menembak seri ini. Di klip lain yang direkam siang hari, aksi merampok kasir sebuah pom bensin membuat status buronan Jason naik menjadi dua bintang atas tuduhan penyerangan bersenjata, di atas satu bintang yang sudah didapat sebelumnya karena mencuri mobil yang ternyata dilengkapi pelacak.

Adegan yang memicu kontroversi

Tidak semua bocoran diterima dengan reaksi positif. Salah satu klip yang dirilis 24 Agustus menampilkan karakter Jason menjelajahi sebuah area yang digambarkan sebagai komunitas nudis di malam hari, lengkap dengan berbagai detail visual yang oleh beberapa media dianggap berlebihan untuk sekadar bocoran gameplay. Di klip yang sama, Cyberleek turut menyinggung kemungkinan adanya prolog yang berpusat pada karakter Lucia, tokoh protagonis wanita GTA 6, meski hal ini belum dikonfirmasi resmi oleh Rockstar. Watermark pada beberapa video turut menjanjikan cuplikan di area klub malam apabila kapitalisasi pasar token kripto yang dipromosikan Cyberleek mencapai angka tertentu — taktik yang banyak dikritik sebagai bentuk eksploitasi kehebohan bocoran demi keuntungan finansial.

Token kripto $CYBERLEEK dan sistem voting komunitas

Berbeda dari kebanyakan pembocor gim yang bertindak tanpa motif finansial yang jelas, Cyberleek secara terang-terangan mempromosikan token kripto bernama $CYBERLEEK di setiap watermark video yang mereka rilis. Menurut laporan yang dikutip sejumlah media, token ini disebut sempat menghasilkan puluhan ribu dolar AS dari biaya transaksi hanya dalam waktu 24 jam.

Token tersebut juga dipakai sebagai alat voting di server Discord privat milik Cyberleek: pemegang token bisa memberikan suara untuk menentukan klip mana yang akan dirilis berikutnya. Salah satu polling yang dilaporkan media menawarkan pilihan antara cuplikan menerbangkan pesawat di atas kota Vice City, mengendarai motor pada malam hari, atau adegan berkendara mobil biasa.

Kombinasi antara aksi pembocoran, manifesto bernada aktivisme, dan skema kripto ini membuat sejumlah jurnalis gim mempertanyakan motif asli di balik Cyberleek. Beberapa media secara eksplisit mengaitkan kombinasi ini dengan pola skema kripto yang lebih luas, meski Cyberleek sendiri menyangkal tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa dana yang terkumpul dipakai untuk mendanai "proyek rahasia" yang mereka sebut sebagai infrastruktur untuk terus melakukan pembocoran serta melindungi diri dari upaya balasan berbagai korporasi.

Langkah monetisasi Cyberleek tidak berhenti di token kripto. Belakangan, situs mereka bahkan membuka semacam halaman "kontak" yang menawarkan ruang iklan berbayar kepada pihak mana pun yang berminat menumpang popularitas bocoran ini, dengan tarif dilaporkan mencapai sekitar 165.000 dolar AS. Dua format ditawarkan: watermark diskret yang ditempel di video, atau adegan gameplay khusus yang dibuat menyesuaikan produk pengiklan. Cyberleek disebut menyatakan hampir tidak ada batasan soal jenis pengiklan yang bisa ditampung, termasuk kategori seperti judi dan konten dewasa — sebuah langkah yang oleh sejumlah media dibaca sebagai respons santai, bahkan cenderung menantang, terhadap tekanan hukum yang sedang mereka hadapi dari Take-Two.

Manifesto "The Cyberleek Edict" dan tiga komandemen

Bersamaan dengan gelombang bocoran, Cyberleek menerbitkan sebuah dokumen manifesto yang mereka beri judul The Cyberleek Edict. Dokumen ini berisi kritik terhadap sejumlah praktik industri gim yang mereka anggap merugikan konsumen: penjualan lisensi yang disebut sebagai "pembelian", gim yang dirilis dalam kondisi belum selesai lalu disebut sebagai "layanan yang terus hidup", serta konten yang dikunci di balik DLC berbayar meski sebenarnya sudah ada di dalam data game.

Manifesto tersebut memuat tiga "komandemen" yang menjadi dasar aksi Cyberleek ke depan:

  • Larangan menjual pre-order digital
  • Larangan menjual konten single-player "palsu" yang sebenarnya sudah tersedia di dalam file game sebagai DLC berbayar
  • Kewajiban menyediakan mode offline untuk konten single-player

Cyberleek menyatakan siap menyasar penerbit gim lain yang dianggap melanggar salah satu dari tiga komandemen ini, dan mengklaim tidak akan berhenti sampai penerbit terkait mengeluarkan permintaan maaf resmi disertai komitmen konkret untuk berubah. Target utama manifesto ini tampak berkaitan langsung dengan keputusan Rockstar merilis GTA 6 tanpa edisi fisik dan menjual edisi "Ultimate" seharga 100 dolar AS yang menyertakan konten eksklusif, dibanding edisi standar seharga 80 dolar AS.

Cyberleek juga menyinggung gerakan Stop Killing Games, kampanye akar rumput yang menuntut pelestarian gim yang server-nya dimatikan penerbit. Namun secara mengejutkan, gerakan tersebut justru mengecam metode Cyberleek sebagai tindakan yang tidak mewakili tujuan gerakan mereka, meski sejumlah isu yang diangkat manifesto — seperti hilangnya media fisik dan kepemilikan gim digital — memang menjadi perdebatan panjang di industri gim selama bertahun-tahun.

Respons hukum Take-Two Interactive

Dari notifikasi DMCA ke pengadilan federal

Awalnya, Take-Two Interactive menangani bocoran ini dengan cara konvensional: mengirimkan notifikasi penghapusan berdasarkan Digital Millennium Copyright Act (DMCA) ke berbagai platform yang menampilkan video bocoran. Setelah bocoran terus berlanjut, perusahaan meningkatkan langkahnya ke jalur hukum formal. Pada 20 Agustus 2026, tim kuasa hukum Take-Two dari firma Kirkland & Ellis mengajukan dua permohonan subpoena terpisah ke Pengadilan Distrik Federal untuk Distrik Selatan New York, masing-masing ditujukan kepada Microsoft dan Discord.

Permintaan kepada Microsoft

Subpoena kepada Microsoft dilayangkan karena perusahaan tersebut merupakan induk dari GitHub, platform tempat sebuah repositori sempat menampung materi yang diklaim melanggar hak cipta. Take-Two meminta Microsoft menyerahkan seluruh catatan investigasi internal perusahaan terkait persona "cyberleek", termasuk ID akun, alamat email pendaftaran, alamat IP, nomor telepon, identifier perangkat, hingga akun Google atau Xbox yang terhubung dengan akun-akun terkait.

Permintaan kepada Discord

Permintaan kepada Discord jauh lebih luas cakupannya. Take-Two meminta seluruh informasi identitas dari setiap akun yang pernah menjadi anggota beberapa server Discord tertentu sejak 1 Juni 2026, termasuk server bernama Ødyssey.gg dan sebuah server lain yang disebut sebagai "rumah operator" bocoran ini. Permintaan ini juga mencakup log pesan, catatan akses IP, dan metadata perangkat dari seluruh anggota server tersebut — bukan hanya akun yang diduga milik Cyberleek.

Cakupan yang luas ini menimbulkan kontroversi tersendiri, sebab salah satu server yang disebut dalam subpoena ternyata terasosiasi dengan Matthew "DarkViperAU" Judge, seorang kreator konten GTA 5 yang tidak terkait dengan bocoran ini. Judge secara terbuka menyatakan tidak mengetahui apa pun tentang bocoran tersebut dan menduga servernya ikut tersapu ke dalam daftar subpoena karena disebut atau direferensikan dalam salah satu video yang dirilis Cyberleek.

Status di pengadilan

Kedua perusahaan diberi tenggat waktu hingga 4 September 2026 untuk memenuhi permintaan tersebut. Berdasarkan sejumlah laporan, pengadilan federal telah mengabulkan permohonan subpoena ini, meski Take-Two menegaskan bahwa langkah ini belum berarti mereka memiliki tersangka konkret. Sejumlah laporan bahkan menyebut bahwa hingga artikel ini diperbarui, Take-Two dan Rockstar belum mengetahui identitas maupun metode yang dipakai Cyberleek untuk mendapatkan akses ke build internal tersebut.

Dampak finansial dan tekanan internal di Rockstar

Bocoran ini bukan sekadar masalah citra. Menurut analisis PC Gamer, Take-Two Interactive sempat kehilangan sekitar 2,8 miliar dolar AS dari kapitalisasi pasarnya dalam beberapa hari setelah gelombang bocoran dimulai, meski publikasi yang sama mencatat bahwa penurunan tersebut relatif kecil dibanding total nilai perusahaan dan pasar tampaknya tidak terlalu mengkhawatirkan dampak jangka panjangnya terhadap penjualan GTA 6.

Di dalam Rockstar sendiri, dampaknya terasa lebih personal. Jurnalis Bloomberg, Jason Schreier, melaporkan bahwa sejumlah karyawan Rockstar merasa "marah" dan "frustrasi" karena bocoran kembali terjadi meski perusahaan telah menerapkan langkah keamanan ketat sejak insiden peretasan tahun 2022 — termasuk kebijakan yang mewajibkan karyawan bekerja penuh dari kantor. Laporan lanjutan menyebut moral tim pengembang menurun drastis menjelang tahap akhir masa pengembangan game, dengan sejumlah karyawan digambarkan merasa lelah secara emosional oleh situasi ini.

Konteks lain yang turut disorot media, meski tidak berkaitan langsung dengan bocoran Cyberleek, adalah keputusan Rockstar memberhentikan lebih dari 30 karyawan yang diduga membahas urusan pekerjaan lewat kanal Discord privat yang dipakai untuk aktivitas serikat pekerja. Sejumlah media mencatat tidak ada bukti yang mengaitkan mantan karyawan tersebut dengan bocoran GTA 6 saat ini, dan proses hukum terkait pemberhentian itu dilaporkan berjalan terpisah, meski publikasi yang menyoroti kasus ini menyebut ironi situasinya: karyawan yang dipecat karena percakapan privat yang tidak pernah bocor, sementara build asli game justru bocor lewat jalur yang sama sekali berbeda. Di sisi lain, Netflix — yang telah menyiapkan tayangan eksklusif "Extended Look" — juga disebut sejumlah laporan merasa dirugikan karena momen pengungkapan resminya sebagian sudah "bocor" lebih dulu ke publik, meski pihak Rockstar dilaporkan telah memastikan kepada staf internal bahwa jadwal tayangan pada 27 Agustus tidak akan berubah akibat insiden ini.

Teori konspirasi: benarkah Cyberleek kampanye pemasaran Rockstar?

Skala bocoran yang masif, watermark maskot kartun yang khas, hingga manifesto bergaya dramatis membuat sebagian pengguna internet berspekulasi bahwa seluruh insiden Cyberleek sebenarnya adalah kampanye pemasaran terselubung yang direkayasa Rockstar sendiri menjelang peluncuran GTA 6. Sejumlah media yang menelusuri teori ini menyimpulkan bahwa klaim tersebut kemungkinan besar tidak berdasar, mengingat langkah hukum serius yang ditempuh Take-Two, kerugian finansial nyata yang tercatat di pasar saham, serta laporan independen soal frustrasi sungguhan di kalangan karyawan Rockstar — sesuatu yang sulit direkayasa secara konsisten selama lebih dari seminggu. Meski begitu, media yang sama mengakui bahwa dari sisi momentum publisitas, bocoran ini secara tidak sengaja memberi Rockstar perhatian gratis dalam skala besar tepat sebelum tayangan resminya di Netflix.

Dampak ke pihak ketiga dan reaksi komunitas

Cakupan subpoena yang luas menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna Discord biasa yang tidak ada hubungannya dengan bocoran, namun kebetulan pernah tergabung dalam salah satu server yang disebutkan. Kasus DarkViperAU menjadi contoh paling menonjol tentang bagaimana proses hukum semacam ini berpotensi menjaring data pengguna yang sama sekali tidak bersalah.

Reaksi komunitas gim terhadap Cyberleek sendiri terbelah. Sebagian penggemar menikmati bocoran sebagai "pratinjau gratis" menjelang peluncuran resmi, sementara sebagian lain mengkritik keras metode yang dipakai, terutama setelah manifesto Cyberleek ternyata dibarengi kampanye token kripto yang oleh banyak pihak dianggap tidak konsisten dengan narasi aktivisme yang mereka bangun. Gerakan Stop Killing Games turut menegaskan bahwa mereka tidak memiliki hubungan apa pun dengan Cyberleek dan tidak mendukung metode pembocoran data sebagai cara memperjuangkan isu pelestarian gim.

Beberapa mantan pengembang Rockstar yang dihubungi media juga memberikan pandangan yang lebih tenang dibanding kepanikan yang beredar di media sosial. Sejumlah dari mereka menilai dampak jangka panjang bocoran ini terhadap penjualan GTA 6 kemungkinan minim, mengingat pengalaman serupa pada kebocoran 2022 yang pada akhirnya tidak menghalangi antusiasme publik menjelang peluncuran trailer resmi. Pandangan ini menjadi penyeimbang di tengah narasi yang cenderung dramatis seputar kerugian finansial dan tekanan hukum yang sedang dihadapi Take-Two Interactive.

Bagaimana Cyberleek bisa mendapatkan akses?

Pertanyaan paling mendasar yang belum terjawab hingga kini adalah bagaimana Cyberleek bisa memperoleh akses ke build internal GTA 6. Berdasarkan laporan Bloomberg, Take-Two dan Rockstar sejauh ini tidak memiliki penjelasan pasti soal jalur masuknya, apakah lewat celah keamanan pada infrastruktur cloud, kebocoran dari pihak ketiga yang bekerja sama dengan Rockstar, atau metode rekayasa sosial terhadap salah satu karyawan atau kontraktor. Yang jelas, subpoena yang diajukan Take-Two ke Microsoft turut menyasar sebuah repositori GitHub yang sempat menampung materi bocoran, mengindikasikan bahwa setidaknya sebagian jejak digital Cyberleek melintasi layanan milik Microsoft sebelum akhirnya mendarat di Discord dan platform berbagi video publik.

Ketidakjelasan soal metode akses ini yang membuat sebagian pengamat industri menganggap kasus Cyberleek lebih meresahkan dibanding kebocoran gim pada umumnya. Selama sumber kebocoran belum ditemukan, ada kemungkinan pelaku — atau pihak lain yang memiliki akses serupa — masih bisa merilis materi tambahan kapan saja, termasuk menjelang atau bahkan sesudah peluncuran resmi GTA 6 pada November mendatang.

Konteks lebih luas: keamanan Rockstar dan peluncuran GTA 6

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Rockstar dijadwalkan menggelar "Extended Look" resmi gameplay GTA 6 secara eksklusif di Netflix pada 27 Agustus 2026, sebelum kemudian tayang di YouTube beberapa jam setelahnya. Bocoran yang mendahului momen ini berpotensi mengurangi elemen kejutan yang telah disiapkan Rockstar selama bertahun-tahun promosi.

Insiden Cyberleek juga tidak lepas dari bayang-bayang kebocoran besar yang pernah menimpa Rockstar sebelumnya, yakni peretasan pada tahun 2022 ketika materi pengembangan awal GTA 6 — termasuk lebih dari 90 klip video internal — dicuri dan disebarluaskan oleh seorang peretas remaja yang saat itu terafiliasi dengan kelompok peretas Lapsus$. Insiden tersebut berujung proses hukum panjang dan memaksa Rockstar memperketat protokol keamanan internal secara signifikan, termasuk mengurangi kebijakan kerja jarak jauh bagi karyawannya. Munculnya kebocoran baru lewat Cyberleek, empat tahun setelah insiden 2022, menunjukkan bahwa tantangan keamanan siber bagi studio game besar masih jauh dari selesai, bahkan setelah investasi besar dalam perbaikan sistem keamanan pascainsiden sebelumnya.

GTA 6 sendiri saat ini dijadwalkan meluncur pada 19 November 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox, menjadikannya salah satu peluncuran gim paling dinanti dalam sejarah industri. Bagaimana rangkaian bocoran ini pada akhirnya memengaruhi ekspektasi publik menjelang peluncuran resmi masih harus dilihat dalam beberapa bulan ke depan.

Pertanyaan umum seputar Cyberleek

Apakah identitas Cyberleek sudah diketahui?

Belum. Berdasarkan laporan terbaru per akhir Agustus 2026, Take-Two Interactive maupun Rockstar Games belum mengonfirmasi identitas asli maupun metode yang dipakai untuk mendapatkan akses ke build internal GTA 6.

Apakah menonton atau menyebarkan bocoran GTA 6 melanggar hukum?

Materi yang bocor adalah konten berhak cipta milik Take-Two Interactive. Mengunduh, menyimpan, atau menyebarluaskannya berpotensi melanggar hukum hak cipta di berbagai yurisdiksi, terlepas dari niat penontonnya.

Apakah bocoran ini memengaruhi tanggal rilis GTA 6?

Sejauh ini Rockstar Games dan Take-Two Interactive tidak mengaitkan bocoran ini dengan perubahan jadwal peluncuran resmi yang masih ditetapkan pada 19 November 2026.

Apa itu token $CYBERLEEK dan apakah aman untuk dibeli?

Token $CYBERLEEK adalah mata uang kripto yang dipromosikan Cyberleek di setiap video bocoran dan dipakai sebagai alat voting komunitas. Skema semacam ini kerap dikaitkan dengan risiko tinggi, dan sejumlah media telah mempertanyakan motif finansial di baliknya.

Bagaimana cara Cyberleek mendapatkan akses ke build GTA 6?

Belum diketahui secara pasti. Take-Two dan Rockstar belum mengonfirmasi apakah aksesnya berasal dari celah keamanan sistem, kebocoran dari pihak ketiga, atau rekayasa sosial terhadap seseorang yang punya akses ke build tersebut.

Benarkah Cyberleek adalah kampanye pemasaran Rockstar?

Sejumlah media menelusuri teori ini dan menyimpulkan kemungkinannya kecil, mengingat langkah hukum serius Take-Two, kerugian nyata di pasar saham, dan laporan independen soal frustrasi karyawan Rockstar yang sulit direkayasa secara konsisten.

Catatan: Halaman ini merangkum laporan media teknologi dan gim internasional yang tercantum di atas, dan tidak berafiliasi dengan Cyberleek, Rockstar Games, maupun Take-Two Interactive. Halaman ini tidak meng-host materi bocoran, tidak menjual apa pun, dan tidak menerima donasi. Mengingat status hukum kasus ini masih berjalan dan Cyberleek terus merilis materi baru, sejumlah detail di atas berpotensi berubah atau bertambah seiring waktu; pembaca disarankan memeriksa liputan terbaru dari sumber-sumber yang tercantum untuk perkembangan paling mutakhir.